Pembaca,
Setelah kembali dari Korea Selatan bulan Desember yang lalu, yang mana dingin sekali buat saya, saya melihat pekerjaan yang sangat menarik dari perusahaan yang saya kunjungi. Mereka membuat maket, miniatur bangunan, yang hasilnya menakjubkan.
Saya sempat merasa kuatir karena saya mengunjungi negara yang menggunakan karakter Hangul, yang tak saya mengerti atau kenal sama sekali, disamping temperatur harian yang cukup dingin buat saya, karena saya berasal dari negara dekat katulistiwa yang tak punya 4 musim. Temperatur terpanas di musim panas tidaklah cukup panas buat saya, tapi di musim dingin? OMG !
Setelah kebiungungan duduk selama 9 jam perjalanan, saya mendarat di bandara internasional Incheon, proses imigrasi berlangsung lancar, sepertinya mereka sudah menerapkan sistem komputerisasi dan peraturan yang terintegrasi dengan baik bagi pengunjung kebanyakan seperti saya. Saya harus menunggu di antrian yang sangat panjang karena volume pengunjung saat itu, tapi pintu imigrasi dibuka sebanyak mungkin untuk penduduk Korea yang balik dari luar negeri, yang hanya melaporkan kedatangannya, setelah itu mereka menggantinya untuk orang asing dan grup, ini lebih efektif. Juga mereka menempatkan satu petugas yang mengatur barisan pengantri.
Saya sudah diberi tahu sebelumnya kalau HP saya tidak berfungsi disana karena beda sistem yang dipakai, jadi saya menyewa HP berikut nomornya yang jauh lebih murah ketimbang memaksakan roaming.
Saya juga kebingungan dengan sitem bus Korea (mereka menyebutnya airport limousine), Jadi ketika seseorang menawarkan taksi dan dia menunjukkan taksinya resmi, tanpa pikir panjang saya ambil saja. Sialnya, saya keliru, sebuah mobil van besar dengan bau rokok (saya juga perokok, tapi tidak suka ruangan dalam mobil saya kotor oleh abu dan bau rokok), dan saya harus bayar dua kali lipat lebih mahal dari jenis taksi yang lain. Tapi hal ini selalu terjadi dimana saja jika anda kurang tahu terhadap daerah yang anda kunjungi.
Untungnya, saya pakai taksi, jika saja saya ambil bus, saya juga tak bisa temukan hotel (kira-kira 10 menit berjalan kaki dari pemberhentian bus). Saya tinggal di Best Western Niagara hotel di Gangseo Gu, dekat air terjun buatan (tapi tak ada air terjunnya saat itu, saya tak tahu juga kalau disana ada air terjun sampai diberitahu seseorang).
Saya dapat kamar di lantai 6, dengan pemandangan diluar jendela sungai Han yang terkenal, ruangan yang kecil tapi bersih sekali. Saya coba teh compliment yang tersedia (yang rasanya seperti jagung menurut saya, tapi saya menikmatinya, bukan bermaksud mencela,saya lebih suka rasa daun teh asli).
Umumnya, orang Korea punya kulit yang putih, tidak seperti bule, lebih putih dari chinese atau orang jepang, postur tubuhnya bagus. Saya sempat berpikir sperti melihat Kim Sa-rang dimana-mana :-O. Banyak dari mereka punya tulang pipi yang tinggi, yang mana membuatnya tampil menawan. Saya suka sekali melihatnya.
Pengalaman saya, wanita Korea cukup pemalu, tapi secara keseluruhan, orang Korea enak diajak berteman.
Saya dikenalkan dengan makanan tradisional mereka, kimchi selalu ada dalam setiap makanan yang disajikan. Makanan yang satu ini termasuk salah satu makanan sehat di dunia. Saya setuju dengan itu.
Bulgogi adalah salah satu makanan favorit disana, dan daging sapi mahal sekali. Saya sudah mencobanya, demikian pula dengan ikan goreng yang disajikan bersama pasta horse raddish seperti wasabinya jepang, dan juga ramen gaya korea, daging babi bakar dan beberapa macam sup yang tak tahu namanya. Ini jauh lebih baik daripada makan pagi (international food) di hotel, selama anda tak punya masalah dengan rasa bumbunya yang kuat.
Mereka rata-rata gila kerja, umumnya mulai jam 9 pagi sampai jam 6 sore, tapi kenyataannya sampai jam 11 malam, jadi saya harus menyesuaikan ritme biologis saya untuk mengikuti kebiasaan mereka. keberadaan humidifier merupakan suatu keharusan untuk mencegah pecahnya kulit karena dingin yang menggigit, dan alat ini bisa ditemukan di setiap ruangan tempat mereka bekerja.
Sayangnya, saya tak punya kesempatan jalan-jalan, meski saya sangat kepingin, hanya diajak mengunjungi Stadion Nasional tempat dilangsungkannya sepak bola dunia tahun 2002 yang sangat mereka banggakan, serta cuci mata di mallnya selama kurang lebih 2 jam saja.
Tag: bulgogi, kimchi, korea selatan, seoul, wasabi